Selasa, 24 Oktober 2006

Terbungkus Jelujur

tak henti-hentinya aku terpekur
kau kait hatiku dengan bilur
yang tanpa kau sadari
melilit menikam bagai sangkur

bila ini yang dinamakan cinta,
mengapa sakit yang kurasa?
bila ini yang dinamakan sayang,
mengapa takut yang terbayang?

tak henti-hentinya aku tersungkur
kau jajah hatiku dengan busur
yang tanpa kau ingkari
terbungkus dengan jelujur
bila ini yang dinamakan cinta,
tabukah bila kuretas?

bila ini yang dinamakan cinta,
tabukah bila kuretas?
bila ini yang dinamakan sayang,
mengapa jeri hatiku menyandang?

*be honest to yourself mi amigo, and then start it from there*

Tidak ada komentar: