anakku...
dimalam yang sedingin ini
seringkali aku mengingatmu
secercah senyum yang membaur
semerdu kata yang kian meragu
anakku...
dimalam yang sekelam ini
seringkali tawamu kurindu
betapa mudah waktu bercampur
dan kembali menyeretku berlalu
anakku...
dimalam yang sedalam ini
tak lagi kujumpa senyummu
hampa hatiku terpaku hancur
seiring pulangmu meninggalkanku
anakku...
dimalam yang sepanjang ini
hatiku menjerit sendu
ingin aku menghatur
dan membalik waktu
*dedicated to ki sanak who lost his beloved child, and still crying*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar