Sabtu, 22 Maret 2008

Rindu

setiap malam aku mati
jeri sulit tertahankan
hujan tetap tak berhenti
menusuk halus membelah raga

setiap detik aku berhenti
di persimpangan arteri dan vena
menunggu butiran darah berlari
yang sudi membawa hati terpana

setiap kau peluk tubuh ini
ada sebentuk cahaya merekah
yang meronta dalam dada
berteriak, “aku rindu kau”

22.03.2008, 02:52am

Tidak ada komentar: