saat pagi menjelang
sejumput awan menjemputku
dengan dua bilah sayap membentang
serta segenggam rasa yang bergemuruh
tak seperti kemarin
angin kiranya tahu
kami ingin bercumbu
dihembuskannya kelam
dengan sekelebat petir
dan jeri makin membumbung
ketika dua tetabuhan bersatu
raungan rasa saling cengkeram
gejolak langit tak tertahankan
dan embun pun mulai meleleh
saat sore menjelang
kelebatan jingga mengantarku
dengan dua kelopak mata nan sayu
serta segenggam rasa yang mereda
06.09.2008, 01:45AM
*terima kasih buat kang Adi Toha untuk judul puisi ini*
sejumput awan menjemputku
dengan dua bilah sayap membentang
serta segenggam rasa yang bergemuruh
tak seperti kemarin
angin kiranya tahu
kami ingin bercumbu
dihembuskannya kelam
dengan sekelebat petir
dan jeri makin membumbung
ketika dua tetabuhan bersatu
raungan rasa saling cengkeram
gejolak langit tak tertahankan
dan embun pun mulai meleleh
saat sore menjelang
kelebatan jingga mengantarku
dengan dua kelopak mata nan sayu
serta segenggam rasa yang mereda
06.09.2008, 01:45AM
*terima kasih buat kang Adi Toha untuk judul puisi ini*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar