Sabtu, 26 Mei 2007

Hujan Dalam Kelambu

debu air beterbangan di terjang deru nafas bersahutan menahan segala dahaga agar tidak tumpah ruah ke danau yang terbentuk jika kekeringan melanda kehampaan seolah akan abadi.

sesekali hembusan udara berpapasan demi sejumput kekuatan untuk kembali menjalani ritual dalam kelambu yang sulit untuk di elakkan, karena hasrat dan cinta kadang berpagut sedemikian kuatnya hingga lilitan akar batang jati pun tak mampu mengikatnya.

pada penantian penuh degup, akan sampai di puncak tertinggi dimana kau bisa melihat titik titik air pada ujung rambutnya yang membaur dengan nafas memburu serta menghela seperti segalanya telah terlewati, terobati dan terpenuhi.

lalu seikat hasrat melenggok berlagu menapak di jalan yang kelabu membuai asa nan meragu hingga pulih dalam lugu, akhirnya semua sirna, berwarna, berlabuh dan terbenam dibawah hujan dalam kelambu.

26.05.2007, 02:22PM

Tidak ada komentar: