Selasa, 29 Mei 2007

Senja dan Jingga

mengunjungi senja
saat ia dipeluk jingga
sebelum akhirnya selimut malam
menyekap dalam sekelebat gumam

menunggu jingga
dari balik jendela hati
seperti melata jiwa
dalam benak sepi

milleniacafe, 29.05.2007, 16.33

Sabtu, 26 Mei 2007

Hujan Dalam Kelambu

debu air beterbangan di terjang deru nafas bersahutan menahan segala dahaga agar tidak tumpah ruah ke danau yang terbentuk jika kekeringan melanda kehampaan seolah akan abadi.

sesekali hembusan udara berpapasan demi sejumput kekuatan untuk kembali menjalani ritual dalam kelambu yang sulit untuk di elakkan, karena hasrat dan cinta kadang berpagut sedemikian kuatnya hingga lilitan akar batang jati pun tak mampu mengikatnya.

pada penantian penuh degup, akan sampai di puncak tertinggi dimana kau bisa melihat titik titik air pada ujung rambutnya yang membaur dengan nafas memburu serta menghela seperti segalanya telah terlewati, terobati dan terpenuhi.

lalu seikat hasrat melenggok berlagu menapak di jalan yang kelabu membuai asa nan meragu hingga pulih dalam lugu, akhirnya semua sirna, berwarna, berlabuh dan terbenam dibawah hujan dalam kelambu.

26.05.2007, 02:22PM

Kamis, 24 Mei 2007

Membunuhmu

sesiap dadamu kau sorong
tak sanggup jari ini menekuk
membunuhmu semakin jauh
melayang di terpa angin rasa

24.05.2007, 12:01AM

Candu

apa yang ada dalam cawan?
magma atau malam berawan
candu itu mulai mencokok
seperti cinta yang menohok

24.05.2007, 12:01AM

Sejumput

sejumput aroma tubuhmu
selalu tersimpan rapi
dalam lipatan saku baju
tepat di jelujur jantungku

24.05.2007, 12:01AM

Rabu, 16 Mei 2007

Gincu dan Belacu

gincu dan belacu mengadu pacu
terawang kelam memendam lagu
kik kuk kik kuk cengkeraman candu
melawan hawa beradu gagu

millenianetcafe, 16.05.2007, 14:21

Senin, 14 Mei 2007

Seikat Rambut, Sekerat Hati

Seikat rambutmu terkepal dalam genggaman hayal ku
dengan harapan bayang mu yang selama ini muncul berubah pejal
dan kembali memelukku pada saat tekanan
dan rindu semakin berat menghimpit

Aku menjadi kecil,
sekecil saat kupecahkan piring kesayangan mu
walaupun sudah kau larang berkali-kali

Aku menjadi kecil,
sekecil saat hatiku dicuri, dicampakkan
dan kau meredamnya dengan pelukkanmu
Sekerat hati kini menggigil

Tak ada lagi peluk redam mu
Hanya harap yang makin menepi
Dan menunggu dengan cemas ku

ratuplaza, 14.05.2007, 16:09