pagi ini penjahit itu datang
menggelantang luka terbuka
yang perih dan menantang
jarumnya menelisik kulit
menembus daging yang meradang
“lukamu basi” ujarnya getir
terlalu besar galau menentang
yang hendak kau kubur
di bawah kulit terentang
menyemai ulatulat dosa
dengan buaian luka berdendang
esok pagi penjahit itu datang lagi
menggandeng luka di sampingnya
yang sudah dipinang sejak malam
meninggalkan bekas jahitan membiru
galau pun menyelipkan gumam
“tak lagi kurasa perih” serunya
telah usai persemaian kelam
ulatulat pun beterbangan
dengan sayap berlarik suram
tinggalkan jiwa dengan gigilnya
berselimut angin bertabir garam
ps.sunangiri, 11.03.2007, 11:27AM
menggelantang luka terbuka
yang perih dan menantang
jarumnya menelisik kulit
menembus daging yang meradang
“lukamu basi” ujarnya getir
terlalu besar galau menentang
yang hendak kau kubur
di bawah kulit terentang
menyemai ulatulat dosa
dengan buaian luka berdendang
esok pagi penjahit itu datang lagi
menggandeng luka di sampingnya
yang sudah dipinang sejak malam
meninggalkan bekas jahitan membiru
galau pun menyelipkan gumam
“tak lagi kurasa perih” serunya
telah usai persemaian kelam
ulatulat pun beterbangan
dengan sayap berlarik suram
tinggalkan jiwa dengan gigilnya
berselimut angin bertabir garam
ps.sunangiri, 11.03.2007, 11:27AM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar