Sabtu, 24 Februari 2007

Selamat Tinggal Langit Biru

kau lihat ketakutan itu?
kau dengar dentuman itu?
mengapa harus lari berteduh
pada saat dunia yang baru
di sajikan, di bawah langit biru

kau lihat ketakutan itu?
kau dengar dentuman itu?
semua nyala tlah jadi debu
tapi pedih masih menggebu
selamat tinggal, langit biru

*di terjemahkan dan di interpretasi-ulang dari lagu Pink Floyd yang berjudul “Goodbye Blue Sky”*

rawamangun, 24.02.2007, 09:29

Kamis, 22 Februari 2007

Hikayat Pepohonan

:kepada cahaya

hutanku menghirup keresahan
jengah merambahi pepohonan
selimut kelam makin menebal
langka cahaya jadi mengekal
di kekang lengan mencekal
pepohonan ek yang membebal

gundah menerkam jejatian
berjejalan meraup sesinaran
terjerat naungan siksa bayang
memaksa hidup tanpa ampunan
di bawah pepohohan ek merindang

gundah menyeruak membuncah
hidup dalam hutan berlarian
seiring teriakan “penindasan!”
bergeming kaku dengan gelengan
pepohonan ek yang membatu

segala hidup jejatian menyatu
di bawah hutan berselaput kelam
“rakus melahap mereka” ujarnya
segala cahaya di telan tanpa sisa
itu yang harus direbut, kawan

kenangan mengganti tekanan
pada hukum yang agung mulia
keadilan membungkus pepohonan
dari beliung, gergaji dan kapak

*re-intrepretasi lirik lagu dari grup asal Kanada, Rush, yg berjudul ”The Trees”*

22.02.2007, 24:39

Minggu, 11 Februari 2007

Dalam Dada

dalam dada ada perkampungan rasa
dimana hati dan jiwa menjadi penguasa
dan kita semua penumpang haram
yang menyelusup di bawah lumpur karma

kalaupun sadar tak semua makna
bisa beranjak dari hembusan asa
menekan keras dengan deburan
yang tertinggal hanya buihbuih rindu

dalam dada ada sebilah pedang
yang tersimpan dalam lemari kalbu
belum sempat kubilas rasanya
lelehan magma darah masih melekat
bekas pertempuran kata dan hati

rawamangun, 11.02.2007, 10:28

Kamis, 08 Februari 2007

Puisi Sepotong Tubuh

kautanami tumbuhan liar
disekujur tubuhmu
saat musim birahi tiba
berharap bungabunga
akan bermekaran pada saat
degupku berderak dan
tikamanku menghunus

kaubiarkan serabut akarku
menghisap kenikmatan
yang terlanjur tertanam
jauh sebelum belatiku
menghujam jantungmu

dan kau nikmati
kematian demi kematian
seraya tikaman belati
mengoyak perlahan
seolah kata demi kata
terangkai rapi
susun tertata
dan puisi pun tertumpah

rawamangun, 08.02.2007, 1:04AM

Senin, 05 Februari 2007

Kawin Ulat

: DRH

tikam…
tikamlah bibirku sekali lagi
dengan sepucuk nafasmu
yang kau taburi benihbenih rindu
diapit roti berlapis cinta

rasakan…
rasakanlah sanggama ini
yang kau balut rapatrapat
dengan peluk sejuta dendam
seolah ulatulat merubunginya

sebelum kepompongmu lahir
janjiku takkan ku elak
walau gelak yang kau sodorkan
cukup membuat mata membelalak
tapi gerakmu taklagi menggetarkan

…melainkan kembali berderak

rawamangun, 05.02.2007, 01:30

Kamis, 01 Februari 2007

Dan Malam Pun Terpana

kukumpulkan derai hati
dalam heningmu malam
ketika tegunku tertahan
aku terhisap kedalam
kelammu yang menjilat

…tanyaku meruak
adakah jeda disana?

kukumpulkan detak nadi
yang sempat tertahan
dalam bungkahan dada
serta genggaman kata
heningmu menyapa

…nafasku terhenyak
dan malam pun terpana

rawamangun, 1.02.2007, 22:25